RSS

Jalan Menuju Syurga Dihalangi Oleh Berbagai Ujian

16 Mar
Neraka diliputi oleh berbagai macam syahwat dan syurga diliputi oleh berbagai macam perkara yang tidak disukai.”   (HR. Al-Bukhari no. 6006 dan Muslim no. 2823 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anahu)

Semua orang tidak pernah menduga dan mengharapkan adanya gangguan dan rintangan yang menghalangi jalan hidupnya kecil maupun besar, sedikit mahupun banyak, dan ringan ataupun berat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Al-Hajj: 70).

Sunnatullah yang telah memastikan adanya ujian dan cubaan bagi orang yang melaksanakan syariat dan mengikuti kebenaran. Dengan ujianlah akan nampak orang yang benar-benar jujur dan orang yang berdusta.

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-’Ankabut: 1-3).

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberitakan tentang kesempurnaan hikmah-Nya.

Dan hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menentukan bahwa setiap orang yang mengatakan dan mengaku dirinya beriman, akan selalu berada dalam satu keadaan, selamat dari ujian dan cubaan dan tidak datang menghampirinya segala perkara yang akan mengganggu iman dan segala cabangnya.

Jika hal itu terjadi (artinya orang-orang yang mengaku beriman tidak diuji) tentu tidak dapat dipisahkan antara orang yang jujur dan orang yang berdusta, serta antara orang yang benar dan orang yang salah.

Sungguh sunnatullah telah berjalan dalam kehidupan orang-orang terdahulu dari umat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji mereka dengan kesenangan, malapetaka, kesulitan, kemudahan, segala yang disenangi dan tidak disenangi, kaya dan fakir, kemenangan musuh dalam beberapa keadaan, memerangi mereka dengan ucapan dan perbuatan, serta berbagai ujian lainnya.


Segala bentuk ujian ini kembali kepada: ujian syubuhat (keragu-raguan) yang akan menggugat aqidah, dan syahwat yang akan menodai keinginan.

Barangsiapa yang ketika datang fitnah syahwat, imannya tetap kukuh dan tidak goncang, maka kebenaran yang ada pada dirinya menghalau fitnah tersebut. Ketika datang fitnah syahwat dan segala seruan kepada perbuatan maksiat dan dosa, dorongan untuk berpaling dari perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, dia berusaha menggugat keimanan dan bertarung melawan syahwatnya. Ini menunjukkan kejujuran dan kebenaran imannya.


Namun barangsiapa yang ketika fitnah syubhat datang mempengaruhi hatinya dengan memunculkan keraguan dan kekeliruan, dan ketika fitnah syahwat menghampirinya lalu dia terseret pada perbuatan maksiat atau mendorongnya untuk meninggalkan kewajiban, ini menunjukkan tidak jujur dan tidak benarnya iman yang ada pada dirinya.” (As-Sa’di dalam Tafsir-nya hal. 576).

Syurga, Ganjaran Bagi Manusia Yang Lulus Ujian

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang kepada kalian (cubaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cubaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.“ (Al-Baqarah: 214).

Tidak ada seorangpun yang pernah membayangkan jika ternyata syurga dicapai melalui berbagai ujian dan rintangan besar, banyak lagi berat. Tempat kenikmatan yang hakiki dan abadi diliputi dengan perkara-perkara yang tidak menyenangkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ini menegaskan:

“Neraka diliputi oleh berbagai macam syahwat dan syurga diliputi oleh berbagai macam perkara yang tidak disukai.” (HR. Al-Bukhari no. 6006 dan Muslim no. 2823 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anahu).


Wallahu ‘alam….

oleh Abdul Aziz Ismail Nuh

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Maret 2011 in Syurga dan Neraka

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: