RSS

Godaan Harta

06 Apr

Ketahuilah, bahwa pemberian-pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berupa makanan, harta benda, anak, dan semisalnya merupakan ujian bagi manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya) :

Dan ketahuilah bahwa harta-harta kamu dan anak-anak kamu itu tidak lain hanyalah sebagai cubaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfal: 28)

Disamping itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah dan fitnah umat-Ku adalah harta.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)


Godaan Dan Cara Mencari Harta

Godaan harta ini akan datang dari berbagai keadaan. Di antaranya adalah dari cara mencarinya. Dari cara ini, sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan berbagai cara dalam mendapatkan harta, yang semuanya dibangun di atas keadilan dan jauh dari perbuatan zalim, jahat, atau menyakiti orang lain.

Maka orang-orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu akan sentiasa memerhatikan batasan-batasan syariat dalam mendapatkannya. Jauh dari unsur riba, judi, dan bentuk-bentuk kezaliman lainnya, yang semuanya termasuk dalam bentuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Mereka mengetahui bahwa hal ini dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,

di antaranya dalam firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang dilakukan dengan suka sama suka di antara kamu.” (An-Nisa’: 29)

Dengan sebab perhatian terhadap batas dan aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam mencarinya, maka harta yang diperolehi pun menjadi barakah. Harta yang diperolehnya akan menjadi sebab kebaikan bagi yang memilikinya, baik ketika diinfakkan, disedekahkan mahupun di saat hartanya nanti menjadi warisan bagi ahli warisnya.

Sehingga hartanya menjadi kebaikan bagi dirinya di dunia dan akhirat.


Sedangkan orang-orang yang tidak bertakwa, mereka tidaklah mempedulikan halal atau tidaknya mata pencarian mereka. Yang halal bagi mereka adalah segala cara yang dapat mereka lakukan, meskipun di dalamnya ada unsur penipuan, riba, judi mahupun menzalimi orang lain.

Sehingga hartanya pun tidak barakah dan tidak ada manfaatnya. Apabila dimakan atau diinfakkan maka dia telah memakan atau menafkahi dengan harta yang haram. Apabila disedekahkan tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila meninggal dunia, maka hartanya akan menjadi sebab masuknya dia ke dalam neraka. Nas’alullaha as-salamah (Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari siksa neraka).

Godaan Harta Dan Cara Mencintainya

Godaan kerana harta ini juga akan datang dari sisi perhatian dan keinginan seseorang terhadapnya. Sehingga sebahagian orang ada yang keinginannya terhadap harta membuat dirinya bercita-cita terhadapnya. Hal ini membuat kesibukannya hanyalah untuk mencari dunia. Dari saat memulai aktivitinya setelah bangun tidur sampai dia kembali ke rumahnya untuk beristirahat, yang difikirkannya hanyalah dunia.

Di saat duduk, berdiri, mahupun berjalan, yang di hatinya hanyalah mencari dunia. Bahkan saat tidurnya pun yang diimpikan adalah mencari dunia. Lebih dari itu, saat shalat pun fikirannya dipenuhi dengan dunia. Seakan-akan dirinya diciptakan untuk sekadar mencari dunia. Padahal dengan perhatian dan keinginan yang berlebihan hingga melalaikan akhirat seperti itu, seseorang tidak akan mendapatkan rezeki kecuali yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan untuk dirinya.

Maka orang yang demikian keadaannya, tentunya adalah orang yang tertipu serta terjatuh pada godaan dunia. Sehingga dia memusatkan seluruh fikiran dan kesibukannya untuk dunia. Dia menjadikan dunia bersemayam di hatinya sehingga melalaikan dia dari beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Godaan Harta Dan Cara Menggunakannya

Godaan harta juga akan muncul dari sisi penggunaannya. Dari sisi ini, kita dapati sebahagian orang yang berharta memiliki sifat tamak sehingga tidak mahu mengeluarkan zakatnya, tidak mahu menjalankan kewajiban berinfak kepada kerabatnya yang wajib untuk dibantu, dan yang semisalnya. Sedangkan sebahagian yang lainnya atau pada sisi lainnya, justeru mengeluarkan hartanya tanpa ada perhitungan serta dihambur-hamburkan sia-sia. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam firman-Nya:

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat haknya (mereka), (begitu pula) kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) sia-sia. Sesungguhnya orang-orang yang menghambur-hamburkan hartanya dengan sia-sia adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (Al-Isra’: 26-27)

Berkaitan dengan ayat ini, sebagaimana dinukilkan oleh Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu dalam tafsirnya, sahabat Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Menghambur-hamburkan harta adalah mengeluarkannya tidak pada tempatnya.”

Al-Imam Mujahid rahimahullahu berkata:

“Seandainya seseorang mengeluarkan seluruh hartanya pada tempat yang benar, maka dia bukanlah seorang yang menghambur-hamburkan harta. Namun seandainya seseorang mengeluarkan satu mud/cakupan tangan (dari hartanya) untuk sesuatu yang tidak pada tempatnya, maka dia telah menghambur-hamburkan hartanya dengan sia-sia.”


Cara Menyelamatkan Diri Dari Godaan Harta

Oleh kerana itu, siapa pun di antara kita harus hati-hati dan sentiasa takut terkena godaan harta ini. Betapa banyak orang yang lebih berilmu dari kita telah terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan kerana godaan ini. Bahkan ada pula orang yang dahulunya istiqamah membela As-Sunnah dan melawan kebatilan serta bid’ah, namun kala tergoda dengan harta, kemudian terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan.

Hal itu di antaranya disebabkan oleh ketidakhati-hatian serta perasaan aman dari bahaya godaan harta. Padahal harta secara umum akan menarik pemiliknya untuk memenuhi keinginan-keinginan syahwatnya. Maka akibat adanya kemampuan untuk memenuhi keinginannya, seseorang akan terseret untuk hidup bermewah-mewah yang kemudian membuat dirinya sombong dan angkuh, serta akhirnya membuat dirinya tidak peduli dengan kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh kerana itu, kita harus sentiasa memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berupaya untuk sentiasa takut dari bahaya fitnah yang ada di hadapan kita. Sikap hati-hati dan rasa takut ini, insya Allah akan menjadi sebab yang mendorong seseorang untuk berusaha mencari jalan keluar dari fitnah yang ada di hadapannya.

Dengan sebab itu, dia pun akan sentiasa mengharapkan datangnya pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun orang-orang yang lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala serta merasa aman dari ancaman dan bahaya godaan, sangat besar kemungkinannya untuk terjatuh dan terbawa oleh godaan sehingga semakin jauh dari petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka seseorang yang ingin selamat dari godaan, dia harus berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Yaitu hendaknya dia sentiasa bersemangat dalam membaca dan mempelajarinya serta mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.

Dengan kembali dan berpegang teguh kepada keduanya, seseorang akan mengetahui bagaimana dia harus mencari harta dan bagaimana pula dia cara menginfakkannya.

Dengan kembali kepada keduanya, seseorang akan tahu apa akibat dari pelanggaran terhadap batas-batas syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan apa keutamaan orang yang sentiasa memerhatikan syariat dalam mendapatkan mahupun menginfakkan hartanya.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan pertolongan-Nya dan memudahkan kita untuk sentiasa berada di atas syariat-Nya.aamiin…

oleh : Abdul Aziz Ismail Nuh

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 April 2011 in Kajian

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: