RSS

Bila tiba waktunya…

15 Apr

Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian. Hanya saja berita tentang hari kiamat ini terasa asing atau terlupakan bagi sebahagian manusia yang hidup mereka disibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya. Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Padahal hari kiamat demikian dekatnya….

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda

:“Aku diutus, dan kiamat (demikian dekat) sebagaimana (dekatnya) dua jari ini.” Beliau rapatkan jari telunjuk dan jari tengah.”  (HR Muslim)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (An-Nahl: 77)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman:

“Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui.” (An-Naba’: 1-5)

Kiamat Adalah Rahasia Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman:

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (Al-A’raf: 187)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman:

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34)

Jadi kapankah waktunya kiamat? tidak satu makhlukpun mengerti bila hari kiamat terjadi. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam  hanya mendapatkan wahyu dari Allah bahwa kiamat terjadi pada hari Jumaat, sebagaimana Allah juga mewahyukan kepada beliau tentang tanda-tandanya. Selebihnya beliau tidak tahu kepastian hari tersebut.

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumaat. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu ia dimasukkan jannah, dan di hari itu pulalah ia dikeluarkan dari jannah. Dan tidaklah kiamat itu ditegakkan kecuali pada hari Jumaat.” [HR Muslim](Qathfu Al-Janad Dani Syarh Muqaddimah Risalah Ibni Abi Za’id Al-Qairawani hal. 115)

Dalam Hadits Riwayat Muslim dari Umar bin Khaththab Radhiallaahu ‘anhu, yang diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Ibnu Abbas. Bunyinya,

Apabila budak perempuan melahirkan tuannya, dan ketika penggembala kambing yang telanjang kaki serta kekurangan pakaian tinggal di gedung-gedung tinggi..”

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, merebaknya perzinaan, wanita akan semakin banyak dan pria akan semakin sedikit, sampai-sampai salah seorang pria bisa mengurus (menikahi) 50 wanita (karena kejahilan orang itu terhadap ilmu agama) (HR. Bukhari )

Dalam hadits, Hudzaifah bin Asid Al Ghifariy berkata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan kami ketika berbincang-bincang. Beliau berkata,

Apa yang sedang kalian perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.’ Beliau berkata, ‘Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda.’ Beliau menyebutkan, ’[1] Dukhan (asap), [2] Dajjal, [3] Daabah, [4] terbitnya matahari dari barat, [5] turunnya Isa ‘alaihis salam, [6] keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, [7,8,9] terjadinya tiga gerhana yaitu di timur, barat dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah [10] keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka’.(HR. Muslim no. 2901)


Apa itu Kiamat ? didalam Surat  Al Qaari´ah  (1-5) Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman:

Hari Kiamat,

apakah hari Kiamat itu?

Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Zalzalah (1-8)

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”

pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Insyiqaaq (1-5)

Apabila langit terbelah,

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,

dan apabila bumi diratakan,

dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Infithaar (1-5)

Apabila langit terbelah

dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

dan apabila lautan menjadikan meluap,

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Infithaar (17-19)

Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat At Takwiir (1-10)

Apabila matahari digulung,

dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

dan apabila gunung-gunung dihancurkan

dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)

dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

dan apabila lautan dijadikan meluap

dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)

dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

karena dosa apakah dia dibunuh,

dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Qiyaamah (1-13)

Aku bersumpah demi hari kiamat,

dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus

Ia berkata: “Bilakah hari kiamat itu?”

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),

dan apabila bulan telah hilang cahayanya

dan matahari dan bulan dikumpulkan

pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat berlari?”

sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!

Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Muzzammil (18)

Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Haaqqah (1-3)

Hari kiamat

apakah hari kiamat itu?

Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Haaqqah (13-52)

Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup

dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur

Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah

Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnyadari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini).”  (maksud kitab adalah catatan amalan perbuatannya. )

Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku

Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai

dalam syurga yang tinggi

buah-buahannya dekat

(kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.

Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu

Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku

Telah hilang kekuasaanku daripadaku.”

(Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.

Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala

Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin

Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.

Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.

Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.

Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.

Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam

Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami

niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya

Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).

Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman dalam Surat Al Waaqi’ah (1-6)

Apabila terjadi hari kiamat,

tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),

apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya

maka jadilah ia debu yang beterbangan.

Anas bin Malik  berkata:

“Seorang bertanya kepada Nabi tentang hari kiamat, ia berkata: Bilakah hari kiamat? Beliau bersabda: “Apa yang telah kau siapkan untuk menghadapi hari itu?” Dia menjawab: “Tidak banyak bekalku, tetapi aku mencintai Allah dan Rasulnya .” Bersabdalah Rasulullah kepadanya: “Engkau bersama orang yang kau cintai.”

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam  yang mulia ini benar-benar membahagiakan para sahabat. Kebahagiaan itu terungkap dari ucapan Anas berikutnya:

“Tidaklah kita berbahagia (setelah Islam) sebagaimana bahagianya kita dengan sabda Nabi : “Engkau bersama orang yang kau cintai.” Kemudian Anas berkata: “Maka aku mencintai Nabi , Abu Bakr dan Umar, aku berharap akan bersama mereka (di jannah) dengan kecintaanku pada mereka meski aku tidak mampu beramal sebagaimana amal mereka.”[HR Bukhari]

Alangkah indahnya sabda beliau, dan betapa jujurnya sahabat Anas . Sungguh kita pun berkata: “Ya Allah aku mencintai Nabi-Mu , Abu Bakr Ash-Shiddiq, ‘Umar bin Al-Khaththab, Utsman bin ‘Affan, Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan, Al-Husain, Ummahatul Mukminin dan seluruh sahabat-sahabat Nabi-Mu. Aku berharap kepada-Mu, ya Allah, Engkau kumpulkan diriku bersama mereka di Firdaus-Mu… Walau aku tak mampu beramal sebagaimana amalan mereka. Walau aku tak mampu bertaubat sebagaimana taubat mereka.

 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Katakanlah (wahai Nabi): “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (An-Naml: 65)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Al-Lauh Al-Mahfuzh).” (Al-An’am: 59)

Saudaraku, kapan waktunya kiamat hanya Allahlah yang mengetahuinya, sebagai muslim wajib kita mengimani akan datangnya hari kiamat , hal lain yang pasti juga akan  terjadi pada setiap jiwa adalah kematian . dan sudah menjadi kepastian bahwa setiap jiwa kita akan  merasakan  mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah nanti akan disempurnakan pahala kita oleh Allah

Bagi orang yang bertakwa, yang mentaati Allah dan Rasul-Nya hendaknya menjauhi dosa syirik

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: (Qs. Maryam  85-86)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar (Qs. An Nisaa’:48)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs. Al Hasyr ayat 18)

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu ( Qs. At Tahrim ayat 8  ).


Wallahu a’lam bish-shawab.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 15 April 2011 in Ingatlah

 

Tag: ,

One response to “Bila tiba waktunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: