RSS

Peristiwa yang pasti akan terjadi…

15 Apr

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. (An Naml 87)

Setelah ditiupnya sangkakala, terjadilah beberapa peristiwa yang sangat menakutkan:

1. Bumi digoncangkan, gunung-gunung hancur lebur.

 Al-Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menyatakan (An-Nihayah hal. 154):

 “Di antara peristiwa yang akan terjadi (setelah ditiupnya sangkakala) adalah bumi digoncangkan, penghuninya digerak-gerakkan ke kanan dan ke kiri.”

Sebagaimana berita yang Allah Ta’ala sampaikan dalam firman-Nya:

(Artinya) : “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang terdapat) di dalamnya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?” (Az-Zalzalah: 1-3)

Firman Allah(Artinya) :

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kamu, sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusukan anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangatlah keras.” (Al-Hajj: 1-2)

Firman Allah(Artinya) :  

“Apabila terjadi hari kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (Al-Waqi’ah: 1-6)

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah menyatakan: “Allah Ta’ala mengajak bicara seluruh manusia dan memerintahkan agar mereka bertakwa kepada Tuhannya, yang telah memelihara mereka dengan nikmat-nikmat-Nya, baik yang nampak mahupun yang tidak tampak. Maka sudah selayaknya mereka bertakwa kepada-Nya, dengan meninggalkan kesyirikan, kedurhakaan dan kemaksiatan. Semestinya pula mereka melaksanakan perintah-perintah-Nya selama mereka mampu melaksanakannya. Kemudian Allah Ta’ala mengkhabarkan tentang hal-hal yang akan membantu mereka dalam bertakwa, dan memperingatkan mereka agar mereka tidak meninggalkan ketakwaan tersebut, yaitu berupa berita-berita tentang peristiwa menakutkan yang akan terjadi pada hari kiamat.” (Tafsir As-Sa’di hal. 532).

2. Langit terpecah-belah, bintang-bintang berjatuhan, cahaya bulan menghilang, matahari dan bulan dikumpulkan.

Peristiwa-peristiwa ini akan terjadi pada hari kiamat, sebagaimana yang Allah Ta’ala beritakan dalam surat At-Takwir, Al-Infithar dan Al-Insyiqaq.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan tiga surah tersebut:

“Barangsiapa yang suka memperhatikan (peristiwa-peristiwa yang akan terjadi) pada hari kiamat, hendaklah dia membaca surat At-Takwir, Al-Infithar dan Al-Insyiqaq.” (HR. At-Tirmizi dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu, disahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam As-Sohihah no. 1081)

3. Allah Ta’ala akan mengenggam bumi dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya yang mulia

Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya:

(Artinya) : “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Az-Zumar: 67)

Juga dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulllah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Allah Ta’ala akan menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanannya. Kemudian Dia berfirman: “Akulah Raja di raja. Aku Maha Memaksa. Di mana raja-raja bumi? Di mana para pemaksa? Di mana orang-orang yang sombong?” (Muttafaqun ‘alaih)

4. Hubungan nasab terputus

Oleh kerana dahsyatnya peristiwa-peristiwa yang terjadi, maka terputuslah hubungan nasab. Ayah tidak mampu menolong anaknya. Anak pun tidak mampu menolong orang tuanya. Suami tidak mampu menolong isterinya, sebagaimana seorang isteri juga tidak mampu menolong suaminya. Masing-masing berlepas diri dan mencari keselamatan dirinya sendiri.


Hal ini sebagaimana dalam firman Allah:

(Artinya) : “Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.” (Al-Mu’minun: 101)

Firman Allah(Artinya) : “Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapanya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.” (‘Abasa: 33-37)

Firman Allah(Artinya) : “(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.” (Al-Baqarah: 166)

Firman Allah(Artinya) :  “(yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.” (Al-Infithar: 19)

Sehinggalah para rasul yang termasuk Ulul Azmi juga, tatkala mereka diminta untuk memberikan syafaat terhadap para makhluk di padang mahsyar, mereka menyatakan:

“Ya Allah, selamatkan diriku, selamatkan diriku.”

Kecuali Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagaimana disebutkan dalam Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim tentang kisah asy-syafa’atul ‘uzhma (syafaat yang agung).


5. Penyesalan pada hari itu tidaklah bermanfaat

Allah Ta’ala berfirman:

(Artinya) :  Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabus putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. Kerajaan yang haq pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mahu menolong manusia. (Al-Furqan: 25-29)

Al-Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

“Dalam ayat-ayat ini, Allah Ta’ala memberi khabar tentang (apa yang akan terjadi pada hari kiamat) berupa penyesalan orang-orang kafir yang tidak mahu mengikuti jalan dan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bawa, berupa kebenaran nyata dari sisi Allah Ta’ala yang tidak ada keraguan di dalamnya. Dia justeru menempuh jalan yang lain. Maka, tatkala terjadi hari kiamat dia akan menyesal, dalam keadaan penyesalan itu tidak bermanfaat baginya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/280)

Maka renungkanlah perkataan sahabat Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu,

”Sesungguhnya hari ini adalah hari beramal dan bukanlah hari hisab (perhitungan), sedangkan besok (di akhirat, pen) adalah hari hisab (perhitungan) dan bukanlah hari beramal lagi.” (HR. Bukhari secara mu’allaq, Ma’arijul Qobul II/106)

Wallahu a’lam. Wallahul Musta’an..

Judul : Peristiwa yang menakutkan

oleh : Abdul aziz ismail Nuh

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 April 2011 in Ingatlah

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: