RSS

Menata Hati

24 Apr

Tatkala hidayah telah menyapa, terkadang seseorang lupa segalanya. Merasa terasing di tengah kaumnya membuat sikapnya terlalu bangga sehingga yang lainnya seolah terhina.

MENGAPA HATI SANGAT BERHARGA?

1. Kebahagiaan dan kehancuran manusia tergantung pada hati

Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan jika ia rusak maka seluruh tubuh pun akan rusak. Ketahuilah bahwa ia adalah hati”[1]

2. Hati adalah objek pandangan Allah Ta’ala selain amalan zhohir

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa-rupa kalian, tidak pula harta kalian, akan tetapi Dia melihat hati-hati dan amalan kalian”[2]

3. Hati adalah pusat ketakwaan

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Takwa itu disini!’, seraya menunjuk dadanya tiga kali[3]

4. Hati selalu berbolak-balik

Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sebuah permisalan bagi hati ialah seperti bulu yang diombang-ambingkan angin di padang sahara”[4]

Yang membuat hati selalu berbolak-balik ialah pengaruh pandangan, ucapan, dan syahwat yang tersembunyi. Seperti pakaian putih atau kaca yang sangat bening, sedikit saja ia ternodai dan terkotori maka akan berbekas.[5].


5. Nilai amal seseorang berbeda-beda ganjarannya tergantung pada hati

Antara dua orang yang sedang melakukan suatu amalan yang sama bisa jadi nilai amalannya di sisi Allah Ta’ala bagaikan langit dan bumi

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang muslim berwudhu dan memperbagusi wudhunya kemudian shalat dua raka’at dengan menghadapkan hati dan wajahnya, melainkan wajib baginya (masuk) surga”[6]

TANDA-TANDA QOLBUN SALIM (HATI YANG SELAMAT)

Hanya orang yang hatinya sehat dan bersih yang akan selamat di hari kiamat nanti.

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS. Asy-Syu’aro [26]: 88-89)


Diantara tanda-tandanya ialah:

1. Membenci apa yang dibenci oleh Allah Ta’ala

Termasuk membenci kesyirikan yang nampak maupun yang tersembunyi, hawa nafsu dan bid’ah, kefasikan dan maksiat yang teranng-terangan maupun tersembunyi seperti riya’, ujub, khianat, menipu, hasad, dengki dan yang lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala ditanya tentang hati yang bersih beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

“Yaitu hati yang bertakwa, suci, tidak ada dosa, permusuhan, khianat dan hasad”[7]

2. Sangat rindu untuk bertemu Rabb-Nya dan terus mempersiapkan diri untuk itu

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah maka Allah senang bertemu dengannya. Dan barangsiapa yang tidak suka bertemu dengan Allah maka Allah tidak suka bertemu dengannya.

Berkata ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu atau sebagian istri Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Kami tidak suka kematian’; Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

‘Bukan begitu maksudnya. Akan tetapi seorang mukmin jika dijemput kematian ia diberikan berita gembira dengan keridhoan Allah dan kemuliaan-Nya. Maka tidak ada yang dicintainya selain apa yang ada di depannya maka ia suka bertemu dengan Allah dan Allah pun suka bertemu dengannya.

Adapun orang yang ingkar tatkala dicabut nyawanya diberikan kabar dengan adzab Allah dan hukuman-Nya sehingga tidak ada sesuatu yang paling dibenci selain apa yang ada di depannya sehingga ia tidak suka bertemu dengan Allah dan Allah pun tidak suka bertemu dengannya”[8].

3. Malu bermaksiat kepada Rabb-Nya, dan jika menyaksikan hal-hal yang sia-sia ia berlalu dengan menjaga kehormatan agamanya

Allah Ta’ala menyifati hamba-Nya yang beriman:

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.(QS. Al-Furqon [25]: 72)

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya di antara yang didapati manusia dari perkataan kenabian: ‘Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu!’”[9]

4. Merasa senang dan tenteram ketika beribadah shalat dan hilanglah kegundahan serta kesedihannya

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu:

“Wahai Bilal, iqomatilah shalat. Senangkanlah kita dengan shalat”[10]

5. Jika suatu ketaatan luput darinya maka ia merasakan kesedihan yang mendalam


Allah Ta’ala berfirman:

Sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan lantaran tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan (QS. At-Taubah [9]: 92)

Ini menunjukkan tulusnya iman dari lubuk hatinya yang suci. Dikala ada sesuatu yang bermanfaat bagi seseorang maka ia akan sangat membutuhkannya dan kehilangan sesuatu tersebut merupakan kesedihan yang mendalam baginya.

6. Perhatiannya terhadap kualitas amalan lebih besar daripada kuantitasnya

Ia memperhatikan keikhlasan, sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, jujur dalam ibadahnya, ihsanseolah-olah ia melihat-Nya, dan meyakini bahwa semua ibadahnya tersebut merupakan nikmat dan karunia dari Allah Ta’ala semata.


Dirangkum dari Buku penulis berjudul Meraih Husnul Khotimah Menurut al-Qur’an dan Sunnah. Semoga Allah memudahkan penyelesaiannya

Wallahul Musta’an.
Sumber: Majalah almawaddah vol. 38 :: Rabi’ul Awwal 1432H
Artikel: http://www.ibnuabbaskendari.wordpress.com

notes:
[1] HR. Bukhari 52, Muslim 1599
[2] HR. Muslim 2564
[3] HR. Muslim 2564
[4] HR. Ahmad 4/419, Ibnu Majah 88, Shohih Ibnu Majah 71
[5] Fawaid hal. 42
[6] HR. Muslim 234
[7] HR. Ibnu Majah 4216, Shohih Ibnu Majah 3397
[8] HR. Bukhari 6142, Muslim 2648
[9] HR. Bukhari 3483
[10] HR. Abu Dawud 4985, Shohih Sunan Abu Dawud 4171

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 April 2011 in Qolbu

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: