RSS

Semuanya Merugi, Kecuali…

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi waktu. Sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

Surat yang agung ini mengandung mutiara hikmah:

Waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi umat manusia, bahkan waktu itu termasuk nikmat paling agung yang Allah karuniakan kepada mereka (lihat Syarh Kitab Tsalatsat al-Ushul Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh, hal. 6).

Dengan menyempurnakan iman, amal salih, dakwah, dan sabar maka seorang hamba akan selamat dari kerugian dan berhasil meraih keberuntungan yang sangat besar (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman Syaikh as-Sa’di [2/1303]).

Baca selengkapnya..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2011 in Al-Islam, Nasihat

 

Tag: ,

Mereka Bertiga Pun Menangis..

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, dia berkata:

Abu Bakarradhiyallahu’anhu berkata kepada Umar beberapa waktu setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Marilah kita bersama-sama pergi ke rumah Ummu Aiman untuk mengunjunginya sebagaimana dahulu kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sering berkunjung kepadanya.” Tatkala kami sampai bertemu dengannya, dia pun menangis. Mereka berdua -Abu Bakar dan Umar- bertanya kepadanya, “Apa yang engkau tangisi? Apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik bagi Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Maka dia menjawab, “Saya menangis bukan karena mengetahui bahwa apa yang di sisi Allah itu lebih baik bagi Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi saya menangis karena wahyu telah terputus turun dari langit.” Maka ucapannya itu membangkitkan perasaan mereka berdua -Abu Bakar dan Umar- untuk melelehkan air mata. Akhirnya mereka berdua pun menangis bersamanya (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [8/76-77])

Hadits yang agung ini mengandung mutiara hikmah, di antaranya:

Baca selengkapnya..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2011 in Al-Islam, Hikmah

 

Tag:

Keutamaan Ilmu..

Pertama :
Ilmu Meningkatkan derajat

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

 “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58] : 11).

Al Hafizh menjelaskan, “Ada yang mengatakan tentang tafsirannya adalah :

Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang beriman yang tidak berilmu. Dan pengangkatan derajat ini menunjukkan adanya sebuah keutamaan…” (Fathul Bari, 1/172).

Beliau juga meriwayatkan sebuah ucapan Zaid bin Aslam mengenai ayat yang artinya,

 “Kami akan mengangkat derajat orang yang Kami kehendaki.” (QS. Yusuf [12] : 76). Zaid mengatakan,“Yaitu dengan sebab ilmu.” (Fathul Bari, 1/172).

Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya sebuah riwayat dari Abu Thufail Amir bin Watsilah yang menceritakan bahwa Nafi’ bin Abdul Harits pernah bertemu dengan Umar bin Khattab di ‘Isfan (nama sebuah tempat, pen). Ketika itu Umar mengangkatnya sebagai gubernur Mekah. Umar pun berkata kepadanya,“Siapakah orang yang kamu serahi urusan untuk memimpin penduduk lembah itu?”. Dia mengatakan, “Orang yang saya angkat sebagai pemimpin mereka adalah Ibnu Abza; salah seorang bekas budak kami.” Maka Umar mengatakan, “Apakah kamu mengangkat seorang bekas budak untuk memimpin mereka?”. Dia pun menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya dia adalah orang yang pandai memahami Kitabullah, mendalami ilmu waris, dan juga seorang hakim.” Umarradhiyallahu’anhu menimpali ucapannya, “Adapun Nabi kalian, sesungguhnya dia memang pernah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah akan mengangkat kedudukan sekelompok orang dengan sebab Kitab ini, dan akan merendahkan sebagian lainnya karena kitab ini pula.’ (HR. Muslim).

Baca selengkapnya..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2011 in Al-Islam

 

Tag: ,

Menembus Pintu Surga…

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti…”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’. Maka merekapun bangkit. Tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang bisa melaluinya…” (HR. Bukhari [1896] dari Sahl radhiyallahu’anhu).


Baca selengkapnya..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Nasihat, Syurga dan Neraka

 

Tag: , , ,

Keutamaan Tersenyum di Hadapan Seorang Muslim

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan tersenyum dan menampakkan muka manis di hadapan seorang muslim, yang hadits ini semakna dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang lain,

Baca selengkapnya..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2011 in Adab, Al-Islam, Hikmah, Nasihat

 

Tag: ,

BAGAIMANA MENGOBATI KESURUPAN?

Allah ‘Azza wa jalla Berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (QS. Al-Baqarah : 275).


MACAM-MACAM KESURUPAN DAN CARA PENGOBATANNYA

Kesurupan ada dua macam:

1- Kesurupan alami:

Yaitu kesurupan yang disebabkan adanya benturan pada kepala, kedinginan dan lain sebagainya. Kesurupan seperti ini bisa diobati lewat bantuan dokter, dan bisa juga dengan banyak berdoa serta memohon kesembuhan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kesurupan semacam ini pernah menimpa seorang wanita hitam yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Ia berharap beliau berdoa kepada Allah untuk menghilangkan penyakitnya. Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam memberikan dua pilihan padanya. Antara tetap bersabar atas penyakit ini dan baginya surga, atau dengan kesembuhan sempurna tetapi ia tidak dijamin masuk surga. Wanita itu memilih bersabar atas penyakit yang menimpanya karena dia dijamin masuk surga. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam berdoa jangan sampai auratnya tersingkap saat kesurupan itu mendatanginya. Demikianlah yang disebutkan Ibnul Qayyim dalamZaadul Ma`ad.

Baca selengkapnya..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Mei 2011 in Ath-Thibbun Nabawi

 

Tag: ,

Cara Rasulullah Mengobati Berbagai Penyakit

Wahai Orang Yang Ngaku Muslim: MARI KITA IKUTI “THE WAY OF RASULULLAH”

Setiap orang yang hidup di dunia ini akan mengalami dua kondisi yang tak dapat dihindarkan dan datang silih berganti yaitu sehat dan sakit. Keadaan tersebut juga dialami oleh Rasulullah SAW sebagai manusia biasa, namun secara umum Rasulullah SAW adalah orang yang sehat dan selalu menjaga kesehatannya.

Pada masa Rasulullah SAW hidup, banyak masyarakat yang menderita penyakit tertentu yang menyerang kebanyakan manusia. Menghadapi kondisi tersebut, mereka melakukan upaya menyembuhan lewat metode pengobatan yang berkembang kala itu. Termasuk Rasulullah SAW juga melakukan upaya pengobatan baik untuk mengobati dirinya maupun mengobati orang lain.

Baca selengkapnya..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Mei 2011 in Ath-Thibbun Nabawi

 

Tag: , ,