RSS

Arsip Tag: ilmu

Semuanya Merugi, Kecuali…

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi waktu. Sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)

Surat yang agung ini mengandung mutiara hikmah:

Waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi umat manusia, bahkan waktu itu termasuk nikmat paling agung yang Allah karuniakan kepada mereka (lihat Syarh Kitab Tsalatsat al-Ushul Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh, hal. 6).

Dengan menyempurnakan iman, amal salih, dakwah, dan sabar maka seorang hamba akan selamat dari kerugian dan berhasil meraih keberuntungan yang sangat besar (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman Syaikh as-Sa’di [2/1303]).

Baca selengkapnya..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2011 in Al-Islam, Nasihat

 

Tag: ,

Keutamaan Ilmu..

Pertama :
Ilmu Meningkatkan derajat

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

 “Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Mujadilah [58] : 11).

Al Hafizh menjelaskan, “Ada yang mengatakan tentang tafsirannya adalah :

Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang beriman yang tidak berilmu. Dan pengangkatan derajat ini menunjukkan adanya sebuah keutamaan…” (Fathul Bari, 1/172).

Beliau juga meriwayatkan sebuah ucapan Zaid bin Aslam mengenai ayat yang artinya,

 “Kami akan mengangkat derajat orang yang Kami kehendaki.” (QS. Yusuf [12] : 76). Zaid mengatakan,“Yaitu dengan sebab ilmu.” (Fathul Bari, 1/172).

Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya sebuah riwayat dari Abu Thufail Amir bin Watsilah yang menceritakan bahwa Nafi’ bin Abdul Harits pernah bertemu dengan Umar bin Khattab di ‘Isfan (nama sebuah tempat, pen). Ketika itu Umar mengangkatnya sebagai gubernur Mekah. Umar pun berkata kepadanya,“Siapakah orang yang kamu serahi urusan untuk memimpin penduduk lembah itu?”. Dia mengatakan, “Orang yang saya angkat sebagai pemimpin mereka adalah Ibnu Abza; salah seorang bekas budak kami.” Maka Umar mengatakan, “Apakah kamu mengangkat seorang bekas budak untuk memimpin mereka?”. Dia pun menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya dia adalah orang yang pandai memahami Kitabullah, mendalami ilmu waris, dan juga seorang hakim.” Umarradhiyallahu’anhu menimpali ucapannya, “Adapun Nabi kalian, sesungguhnya dia memang pernah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah akan mengangkat kedudukan sekelompok orang dengan sebab Kitab ini, dan akan merendahkan sebagian lainnya karena kitab ini pula.’ (HR. Muslim).

Baca selengkapnya..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2011 in Al-Islam

 

Tag: ,